*Warga Tolak Pengungsi Rohingya, Pemkab Aceh Barat Cari Solusi

BangTogel.com - 27/Mar/2024

judul

MEULABOH, BANGTOGEL.com - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat mencari solusi atas munculnya penolakan yang dilakukan oleh puluhan warga Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, yang menolak keberadaan pengungsi Rohingya di Gedung PMI Aceh Barat.

“Kami minta masyarakat agar bersabar, saat ini Pemerintah Daerah sedang berupaya mencari solusi untuk memindahkan pengungsi.”

Demikian kata Asisten Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Barat, Teuku Samsul Alam dihadapan warga yang melakukan aksi unjukrasa, Selasa (26/3/2024).

Teuku Samsul Alam yang juga Penanggungjawab 2 Pengungsi Rohingya Kabupaten Aceh Barat, meminta warga untuk bersabar, mengingat pemerintah daerah masih melakukan koordinasi dengan sejumlah pemangku kebijakan guna mengatasi persoalan ini.

Menurut Samsul Alam, Pemerintah Kabupaten Aceh Barat saat ini sedang melakukan komunikasi dengan Pemerintah Aceh dan pihak terkait penanganan Rohingya.

Selain itu, Pemerintah Daerah juga mengimbau agar warga tidak melakukan tindakan yang berlebihan, terkait penempatan etnis Rohingya di Gedung PMI Aceh Barat karena sifatnya hanya sementara.

Sementara itu, Ali, warga Desa Suak Nie, Kecamatan Johan Pahlawan, Kabupaten Aceh Barat yang juga peserta aksi meminta kepada Pemerintah Daerah agar secepatnya memindahkan pengungsi etnis Rohingya dari desa mereka.

Menurut dia, pada pekan lalu Pemerintah Daerah dan UNHCR berjanji menempatkan pengungsi tersebut di desa mereka selama lima hari.

Namun hingga menjelang enam hari keberadaan pengungsi Rohingya di desa mereka, belum ada upaya dari Pemerintah Daerah dan UNHCR untuk memindahkan pengungsi dari desa setempat.

"Mau dipindahkan ke pendopo bupati atau kantor bupati silahkan, yang penting tidak ada lagi di desa kami (pengungsi Rohingya)," kata Ali.

Kapal yang karam itu membawa 142 pengungsi Rohingya dan tujuh anak buah kapal, menurut hasil verifikasi terakhir Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Pengungsi (UNHCR) yang dilakukan dengan mewawancarai korban selamat.

sebanyak 75 dari 149 korban berhasil diselamatkan nelayan serta tim pencarian dan pertolongan (SAR) setempat pada 20-21 Maret.

Sementara itu, sekitar 50 orang diperkirakan telah meninggal tak lama setelah kapal terbalik, berdasarkan hasil wawancara UNHCR dengan korban selamat.

Dari sana, kemungkinan menemukan korban selamat lainnya "sangat, sangat sulit", kata Ann Maymann, perwakilan UNHCR di Indonesia.